Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

RESTU UNTUK SATU TUJU

Gambar
  Malam minggu kemarin dia singgah sebentar ke rumahku, katanya ingin lebih dekat dengan ibu juga ayah. Kita mendengarkan lagu kunto aji topik semalam di tengah ramainya jakarta dengan kemacetan. Ada kata yang dia ucapkan bahwa "Bertahan lebih lama lagi ya untuk kita, agar bisa berdampingan merajut asa dalam masa yang panjang". Restu ayah juga ibumu adalah bait dari cerita kita untuk menempuh satu tuju. Aku hanya tersenyum mendengar itu semua, dia sudah memberiku kecup paling indah di pucuk penghujung malam itu lalu diberikannya sebuah bunga mawar merah beserta kotak kecil yang kelihatannya mewah. Ternyata, benar saja isi di dalamnya tidak kalah mewah untuk membuat bahagia manusianya. Dia berbincang banyak dengan ibu, katanya dia ditanya Tuhanmu Apa? Bekerja dimana? Latar belakang keluarganya bagaimana? Lulusan kuliah dari mana? Ternyata banyak hal yang ibu tanyakan kepadanya, bak wartawan yang tidak akan berhenti bertanya jika belum mendapatkan jawaban yang sesuai dengan t...

PERNAH YANG SUDAH FANA

Gambar
Kuberi dia nama sore, seorang wanita yang mampu bersandar pada dirinya sendiri tanpa memikirkan segala hal yang telah terjadi, lalu jingga adalah laki-laki yang hanya memberi harap setelahnya pergi begitu saja tanpa kompromi dan langsung lari. Jingga dan sore begitu akrab selalu menghabiskan malam sambil menikmati bintang berkelip di tengah malam yang gelap, mereka saling memberi dan selalu mengucapkan kata semangat sebagai penguat. "Kalau sedang tidak baik-baik saja maka bercerita agar tidak ada yang nestapa lalu jika berselisih paham jangan diam ya, sebab nanti akan berakhir menjadi bungkam. Kita harus saling memberi alasan agar mendapat sebuah penjelasan" kata jingga sambil menatap sore yang sedang lara. Mereka memang saling bercerita sampai memberi iba tetapi setelahnya hampa begitu saja tanpa ada kata yang terucap kembali. Ketika aku sedang tidak baik-baik saja kemana kau pergi? Kau bilang kita harus bercerita agar tidak ada yang luka, tetapi mengapa kau pergi beg...