RESTU UNTUK SATU TUJU
Malam minggu kemarin dia singgah sebentar ke rumahku, katanya ingin lebih dekat dengan ibu juga ayah. Kita mendengarkan lagu kunto aji topik semalam di tengah ramainya jakarta dengan kemacetan. Ada kata yang dia ucapkan bahwa "Bertahan lebih lama lagi ya untuk kita, agar bisa berdampingan merajut asa dalam masa yang panjang". Restu ayah juga ibumu adalah bait dari cerita kita untuk menempuh satu tuju. Aku hanya tersenyum mendengar itu semua, dia sudah memberiku kecup paling indah di pucuk penghujung malam itu lalu diberikannya sebuah bunga mawar merah beserta kotak kecil yang kelihatannya mewah. Ternyata, benar saja isi di dalamnya tidak kalah mewah untuk membuat bahagia manusianya. Dia berbincang banyak dengan ibu, katanya dia ditanya Tuhanmu Apa? Bekerja dimana? Latar belakang keluarganya bagaimana? Lulusan kuliah dari mana? Ternyata banyak hal yang ibu tanyakan kepadanya, bak wartawan yang tidak akan berhenti bertanya jika belum mendapatkan jawaban yang sesuai dengan t...