SINGGAH BUKAN SUNGGUH
Hujan mengingatkanku tentang sebuah perjalanan dua manusia yang ingin menang dengan egonya masing-masing sampai akhirnya ada satu yang mengalah agar tenang. Hari ini kita mesra, esok seakan lupa padahal meninggalkan luka. Di jalanan Jakarta yang dingin karena hujan, ada obrolan yang menghangatkan. Duduk berdekatan membuat nyaman walaupun Tuhan tidak mengizinkan. Senyumanmu sungguh menenangkan, suaramu membuat pikiran tenggelam bersama angan-angan. Ingin disia-siakan tetapi sayang, karena aku sedang menikmati hadiah dari Tuhan. Bahagia untuk hari itu cukup, terima kasih, semoga dapat di ulang kembali. Senyum demi senyum merekah seperti bunga di taman. Di taman itu tumbuh merekah, mekar sesuai cara hidupnya, semoga saja tidak layu di tengah jalan. Cerita tentang yang terus tumbuh dan selalu maju seperti waktu yang terus berputar. Kita pernah membahas perihal ini; selain soal pencapaian, kehidupan, hubungan percintaan, dan masih banyak lagi tentang perjalanan. Doa kita satu tuj...