Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

SELAMAT HARI BERSEJARAH

Sekarang sapa sudah tidak lagi ada, cerita sudah tidak lagi sama, dan kata sudah menjadi hampa. Satu diantara kita harus ada yang mengalah untuk memperbaiki ini semua. Sebab, jika sama-sama diam kita tidak akan mengetahui tentang adanya yang berkabung, dan segala rasa yang mempunyai banyak makna. Percaya atau tidak, tetapi doa selalu terucap walau kita sudah jarang berucap membahas tentang sebuah harap. Aku tidak pernah mengetahui apa kau merasa kehilangan atau tidak. Tetapi, pastinya aku akan tetap disini untuk menjadi tempat kau pulang. Sekarang hari bersejarahmu. Aku ingin juga menjadi orang yang bersejarah dalam hidupmu. Setidaknya aku menjadi orang yang mengucapkan melalui sebuah kata yang menjadi sebuah cerita. Aku tidak dapat bersuara. Sebab, terlalu banyak rasa yang membuatku menjadi hampa. selamat bertambah usia yang sudah menjadi 19 tahun di dunia. Semoga kau dapat menjadi orang yang berguna, ibadah selalu dijadikan perantara untuk meminta, cita-cita akan menjadi nyata, d...

SALING MENGISI YANG SEDANG SEPI

Kita hidup dengan paradigma dan ego masing-masing. Berbuat sesuka hati, Sesuai dengan apa yang diinginkannya, Tanpa memikirkan terlebih dahulu apa sebabnya. Kita hanya ingin bereuforia semata. Tetapi, Pada nyatanya kita tidak pernah Benar-benar, Masing-masing dalam hidup. Kita ini begitu saling, Walau tidak ada yang ingin sampai berpaling. Kita ini saling memberi satu sama lain. Saling berdiskusi, Tetapi tidak ingin Sampai berlanjut kedalam hati. Sebab, Tidak ada yang ingin tersakiti. Saling membenci, Karena sudah teradiksi. Sehingga, Terdapat kolaborasi Yang membuat kita saling mencaci maki, Tanpa ada yang ingin pergi. Tidak apa sesekali berselisih paham, Agar kita dapat saling mendewasakan. Tetapi, Kau jangan tiba-tiba hilang. Sebab, Diri ini tidak dapat lapang. Jangan kau biarkan jemari ini, Ingin rasanya selalu di genggam, dan Raga ingin selalu berdua bersama. sampai akhirnya ada rasa yang bungkam. Berjalan ke depan tidak harus selalu bersama. Tetapi,...

SEBUAH PUISI UNTUK KAU

Teruntuk kau, tuan; Mentari selalu bersinar, walaupun dia berdiri sendiri. Kau harus mengetahui, bahwa; Sesungguhnya hidup tidak dapat berharap pada apa dan siapa nantinya. Hanya kepada sang pencipta kau dapat menyerahkan diri. Tenang saja. kau tidak perlu takut atas apa yang akan terjadi. Sebab, sang pencipta sudah menyusun rencana yang tidak dapat di definisi dalam diri. Jadi, tidak usah berlari. Karena, kenyataan pasti akan menghampiri. Disini kau hanya dapat sampaikan kata-kata kepada sang pencipta. Agar, takdir yang diberikan kepada kau, Dapat membuat kebahagiaan dalam diri hingga tidak dapat di deskripsi.

SATU RAHIM YANG SAMA

Katanya anak pertama itu harus sekuat baja, Anak kedua itu yang selalu berbeda, dan Anak terakhir yang selalu dituruti apa maunya. Kita lahir dari rahim yang sama dan dibesarkan oleh manusia yang sama juga. Tetapi, menurutku orang tua memperlakukan kita semuanya sama tinggal bagaimana kitanya saja agar dapat menjadi anak yang berguna. Terima kasih sudah menjadi sekolah pertama kita. Terima kasih sudah mengajarkan kita untuk menjaga diri. Terima kasih sudah mendoakan anak-anakmu dalam setiap sujudmu. Maaf, tidak dapat disebutkan satu persatu tentang segala hal yang telah kau beri. Aku sangat berterima kasih karena kau telah mengajarkan tentang banyak hal yang berarti. Kau selalu berkata kepada anak-anakmu; Jika nanti kau sudah dipanggil oleh sang pencipta maka jangan lupa agar kita selalu mendoakanmu dalam setiap sujudnya lalu mengirimkan kau sebuah hadiah berupa surat al-fatihah. Untukku permintaan itu belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kita yang selalu membuatm...

SEMESTA YANG MEMBUAT KITA SALING SAPA

Terimakasihlah kepada sang pencipta, karena telah memberi kejutan diluar ekspektasi yang tidak pernah terlintas dalam diri. Sang pencipta memang sudah merencanakan apa yang akan terjadi dan kita sebagai ciptaannya hanya dapat menjalankan yang disertai dengan keikhlasan dan kesabaran. Semesta akan terus berputar, semua berubah dan tidak lagi sama. Kupikir setelah ada jeda akan berhenti begitu saja. Nyatanya kita tetap menjadi teman bercerita. Kau harus mengetahui bahwa, bukan hanya sekedar menyapa lalu dapat bersama, tetapi juga dapat menjadi yang dipercaya dan tidak membuat kecewa. Sebab, itu hanya membuat hati menjadi nelangsa. Apa kalian pernah berpikir bahwa, ingin rasanya seperti anak balita saja, yang belum mengerti apa-apa. Bahkan adanya perubahan semesta saja mereka merasa biasa saja dan tidak paham dengan adanya sebuah rasa istimewa. Mereka hanya paham dengan rasa bahagia jika apa yang diinginkannya sudah terpenuhi semua. Ternyata menjadi seorang remaja yang ingin menuju ...

SANDIWARA MAHASISWA REMAJA

Apa kita masih disebut mahasiswa baru? Yang pastinya kita itu anak semester satu yang masih lugu dan ragu untuk memilih bagian yang mana agar kita dapat maju. Lelah sehingga sulit untuk bercerita. Bahagia dapat mengenal banyak manusia dan ternyata seperti itu kegiatan menjadi mahasiswa baru, yang ramai untuk bersuara mengeluarkan yelyelan dan menguji keberanian berada dikeramaian orang-orang. Selamat beradaptasi dengan lingkungan yang lebih mendalam dan jangan lupa, bahwa, memahami sekitar adalah hal yang harus dilakukan agar dapat mengambil pesan dari sebuah kejadian. Sekarang nyatanya kita sudah merasakan sekolah yang tidak memakai seragam lalu merasakan dan melihat kehidupan yang lebih beragam. Sekarang kita sudah paham tentang sebuah perbedaan dalam satu lingkungan. Untuk itu tetaplah jadi mahasiwa baru yang berbudiman, Tidak ada perbedaan dalam satu angkatan dan tetap menjaga kebersamaan. Jika kita sudah memilih satu bagian atau banyak bagian maka jadilah orang yang maju ...