Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

JODOH YA?

Gambar
Dalam sebuah acara talk show kutemui dirimu sebagai pengisi acara dan aku seorang peserta. Pemaparanmu membuat banyak orang tidak memalingkan perhatiannya, mata tersorot ke arahmu semua dan telinga bekerja dengan baik. Setelah acara selesai kutemui dirimu untuk meminta nomor WhatsApp, barang kali kita adalah jodoh yang sudah dituliskan dalam semesta. Setelah pertemuan itu kita bertegur sapa melalui social media yang menjadi perantara. Aku mengajakmu bertemu untuk berbicara di sebuah tempat kopi bilangan Jakarta. Aku bertanya kepadamu apakah bersedia jika kita berbicara berdua? Kau jawab dengan begitu cepat dan menerima tawaranku. Aku seorang tuan yang sudah dibuat patah berkali-kali. Gagal menikah karena puan tidak ingin menerima apa adanya, memiliki cinta yang tidak pernah padam tetapi menyakitkan. Kita bertukar cerita, kau sudah mengetahui tentangku dan aku sudah mengetahui tentangmu. Walaupun kau dibilang lebih tua dariku tetapi aku tidak apa jika memang nanti kita berjodoh dalam se...

KAMU LELAH?

Gambar
  Sudah seberapa jauh kau melangkah? Apa sudah lelah untuk sampai titik perjumpaan kita berdua? Belum sampai tujuan atau kau yang tidak mengetahui arah jalan pulang? Mungkin di dalam penyampaian kau tidak serta dengan ketulusan. Sebab, permohonan paling dalam hanya di utarakan kepada Tuhan. Ketika daun dang angin yang sudah bersaut-sautan, langit pun semakin gelap temaram. Lewat tengah malam, aku menyadari jika aku sudah lama tidak berdiam diri untuk bercerita tentang apa yang sudah terjadi. Tetapi, tanpa aku bercerita pasti kau sudah dapat mengetahui. Mendadak terasa, betapa malasnya diri ini hanya untuk sekedar bercerita lalu meminta, agar aku mendapatkan kebahagiaan dengan sesungguhnya. Tetapi, ini sudah mulai sulit untuk bekerja, mohon beri aku kesempatan agar dapat merasakan musim hujan berikutnya, untuk aku ceritakan tentang segala hal yang telah aku rasakan. Bahagia atau sedih pasti itu akan silih berganti. Sebab, roda kehidupan akan selalu berputar seperti bianglala ditempa...

JAWABAN DARI RESTU (Part 2)

Gambar
  Setelah perbincangan kemarin dengan ayah dan ibu aku menjadi pilu. Sangat lara rasanya mendengar keputusan dan kata-kata yang sudah terucap semua. Ingin tidak menerima tetapi bagaimana juga itu pasti sebuah keputusan yang membawa ke jalan kebaikan ayah dan ibu demi seorang anak putrinya di masa depan. Setelah perbincangan keluarga selesai aku langsung memberi kabar kepada dia melalui via cerita, sebab aku tidak tahan jika melalui via suara, sudah terlalu sesak sampai terisak atas yang telah terjadi hari kemarin dan hari ini. Sungguh semesta selalu berputar dan waktu terus melaju. Semua berubah dan tidak lagi sama. Sepertinya untuk sekarang Tuhan sedang mengujiku, apakah aku bisa menghadapi kecewa dan sepi seperti menghadapi bahagia tanpa henti? Setelah aku memberi kabar tentang hal keputusan ayah dan ibu dia tersentak sesak juga namun sesak dia berbeda dengan sesak yang aku rasakan. Dia masih bisa bertahan untuk tetap menjalankan perlahan sedangkan aku hanya mengeluarkan tangis...