Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

AKAN KEMBALI LAGI

Gambar
Tongkrongan kopi ramai dengan orang-orang Jalanan ibu kota juga padat Hiruk pikuk kehidupan susah untuk dijelaskan Riang riuh manusia sedang bereuforia Ada saudade tentang itu semua Tetapi, sekarang sudah berubah Mungkin beberapa hari lagi akan berubah kembali Karena itu isu terbaru yang sudah tersebar luas. Walau sudah berubah kembali seperti semula Tetap harus ada yang dijaga, yaitu diri sendiri Orang lain itu hanya menjadi perantara. Jika menjadi penjaga juga itu tidak akan abadi, bukan? Jika semua sudah baik-baik saja Terimakasihnya jangan lupa kepada Sang Maha Sesuatu kembali baik atau menjadi buruk Karena Sang Maha yang sudah menetapkan. Tugas kita sederhana; Panjatkan doa, Tingkatkan usaha, dan Keduanya menjadi perantara. Kedua itu yang membuat kita menjadi bahagia Tetapi, jangan sampai lelah dalam melakukannya Sebab tidak langsung Dia akan mengabulkannya Tidak ada yang pernah mengetahui Di bagian mana itu akan menjadi nyata.

SALING MEMAAFKAN

Gambar
Usaha masih sedikit, Doa belum banyak terucap, Janji belum sempat ditepati, dan Kata-kata hanya sebuah fiksi. Sudah berada di penghujung bulan kesucian. Satu bulan ada yang berkabung, Ada juga yang membuat tawa merekah, dan Segala rasa yang mempunyai banyak makna. Terimakasih untuk waktu berbuka dengan takjil kolak, Terimakasih untuk acara televisi dengan siaran dakwah, Terimakasih untuk segala yang sudah ada. Semoga, bahagia selalu menyertainya. Maaf jika masih salah dalam melangkah Maaf untuk yang pernah terluka juga kecewa Maaf jika belum dapat membuat bahagia, dan Maaf untuk segala noda hitam yang membekas dalam dada. Hari saling memaafkan yang terpopuler di dunia Lebaran dengan ketupat juga semur daging atau ayam opor. Ucapkanlah kata maaf dalam setiap salah yang pernah diperbuat. Sebab, memaafkan diri sendiri juga orang lain Bukan hari lebaran saja. Tetapi, dalam setiap hari yang pernah dibuat nestapa. Minal aidin wal faidzin, Mohon maaf lahir dan ba...

RESAH YANG TIDAK BERUJUNG

Gambar
Ternyata sampai ke titik juara ada banyak rasa Ada bahagia, ada juga sedikit resah. Setelah ini harus kemana melangkah? Apa yang akan menjadi terbaik untuk banyak manusia? Ada banyak pertanyaan dari setiap pikiran Ada banyak untaian kata dari setiap merajut asa Ada selaksa dari setiap perubahan semesta, dan Ada banyak hal yang harus disambangi. Memikul beban, langkah tanpa arah Menangis pelan di sela-sela pusaran waktu Setiap manusia perlu hal-hal kebaikan sebagai pengingat Kita coba lagi untuk diri sendiri. Jika ditanya apa sudah berhasil? Jawabannya iya untuk diri sendiri, Tetapi belum tentu iya untuk khalayak manusia. Menjadi yang dikenang tanpa dendam itu sulit. Tidak semua orang memiliki satu persepsi Tidak semua dari kita juga memiliki rasa yang sama Ada yang dibenci, ada juga yang disayang Jika saja semua mendapat kebahagiaan pasti akan nyaman. Tanpa memikirkan apa yang akan terjadi esok hari Tetapi, itu tidak mungkin. Sebab, setiap detik peristiwa a...

DIAM DALAM RESAH

Gambar
Aku menunggu tetapi kau juga tak ujung kembali. Kemana kau pergi? Kemana kau melangkah? Apa jadi meninggalkan kota ini? Jika iya, semoga selamat sampai pulang ke rumah. Kau bersama kawan-kawan Berbondong-bondong menuju las vegas, Ibu kotanya texas. Disana, banyak manusia sedang berfoya-foya. Sambil menikmati wine berbotol-botol, Diiringi dengan alunan musik genre house music. Tiba-tiba pasukan kau datang Membawa benda yang mematikan. Orang-orang merasa tercekik, Aku, dirumah tidak tenang mendapat kabar dari kau. Pekerjaanmu membahayakan tetapi juga menyelamatkan, Dan membuat ketentraman nantinya. Dari semua manusia pasti akan merasakan Kepergian yang abadi dan kehilangan selamanya. Aku takut, tiba-tiba kau datang dengan Menampakkan wajah berlumuran darah. Kita tidak ada yang pernah mengetahui, Kapan manusia pergi untuk selamanya, dan Tidak akan pernah kembali lagi. Maka dari itu, jaga diri kau baik-baik. Semesta akan terus berputar, Waktu terus merangk...

PERANTARA SAMPAI KE TUJUAN

Gambar
Jika berdua lebih baik mengapa memilih sendiri? Apa memang kesepian menjadi hal yang di inginkan? Terkadang dalam riang riuh ada saja yang masih sepi, Tetapi di dalam sepi juga ada yang teradiksi. Manusia itu aneh ya. Banyak maunya, Tetapi untuk meminta barang sedikit saja Kepada sang maha itu sulit. Cobalah duduk sebentar diatas sajadah. Katakan sepatah dua patah kepadanya. Tidak apa jika memang hanya sedikit yang terucap Setidaknya kita masih sadar apa yang harus kita perbuat. Percaya. Tidak akan dihakimi, pasti akan dimengerti. Mari kita lakukan bersama Rumah yang indah juga kokoh, Sudah berdiri abadi disana. Menunggu penghuninya datang dengan segala kebaikan. Coba perlahan pasti akan sampai. Ini tidak sesulit menyambangi gunung yang tinggi, atau Lautan yang luas, sayang. Kita hanya sebatas sampaikan kata lalu meminta agar bahagia selalu menanti kita. Sederhana bukan? Iya itu memang sederhana. Hanya manusianya saja yang terkadang Mempersulit diri sendir...

LELAKI KEDUA SETELAH AYAH

Gambar
Dik, sekarang bahagiamu masih sederhana. Belum mengerti hingar bingarnya kota. Kau bahagia bukan, jika diajak ke pasar swalayan untuk membeli mainan? Atau dibelikan ducati motor-motoran? Kau enak belum merasakan sakitnya dipatahkan, belum merasakan perjalanan seorang remaja yang beranjak dewasa, dan belum merasakan mengerjakan tugas yang menumpuk dikejar-kejar deadline. Beruntung kau dik, belum merasakan semuanya. Jika nanti sudah besar, jadi laki-laki yang baik oleh wanita ya. Jangan dibuat kecewa jika tidak bisa memiliki rasa padanya. Jaga dia dengan segala cara yang kau bisa. Jika nanti kau sudah remaja, jangan kau pastikan bisa memiliki banyak wanita. Kau pikir hebat seperti itu?! Tidak dik, itu tidak hebat sama sekali. Nantinya kau hanya akan menjadi laki-laki yang membuat nelangsa mereka. Kedudukan kita memang berbeda dik, aku remaja yang sudah merasakan dan mengerti tentang dunia yang fana, kau hanya anak kecil jika dituruti apa maunya akan bahagia dan merasa dun...

HARAP YANG SAMA

Gambar
Kita mempunyai cita-cita yang sama Menjadi orang yang berguna dan Membuat kedua orang istimewa dalam keluarga bahagia. Itu menjadi tujuan utama, bukan? Jika iya, kita sudah memiliki jalan yang sama Bagaimana jika kita bangun mimpi lalu jadikan realisasi? Aku rasa jika kita punya rumah yang sama Pasti di dalamnya akan ada cerita. Kau pulang kerja langsung disambut dengan pelukan hangat dalam dekap, rebah di atas dada, Teh hangat sudah ada di atas meja, Lalu kita tersenyum berdua dengan satu asa. Indah bukan, jika kita bahagia sampai tua? Jika jatuh, kita bangunkan sama-sama! Jangan egois dalam satu hubungan Sebab disini dua manusia bukan hanya satu saja. Jika ada yang dipatahkan, maka dikuatkan Jika kau siap, kita berdiri berdampingan Kau pemimpin yang baik Kita hadapi bersama atas segala yang ada.

PILIH YANG TERBAIK

Gambar
Ada banyak hal yang harus dipilih dalam hidup  Jika memang aku tidak bisa memilihmu menjadi rumah  Tetapi, aku bisa memilihmu menjadi tempat singgah selamanya, bukan? Banyak cara lain untuk sampai itu.  Jika memang kita belum menjadi yang terpilih untuk berdua Mungkin nanti akan ada waktu yang tepat untuk kita bersama. Kau mau ke arah yang mana? Jika tujuan utamanya bahagia, mari kita melangkah bersama.  Di persimpangan sana ada dua arah sayang, Mau yang ke kanan atau kiri? Kita yang lurus saja ya, Agar tidak ada yang luka dalam perjalanan ini.  Jika jauh maka kita tempuh bersama, kita pasti bisa.  Mari kita ciptakan tempat singgah yang indah Jadikan mimpi yang sudah setinggi mercusuar ini  Agar dapat menjadi realisasi. Kita melangkah ke arah dan tujuan yang sama. Jangan berhenti di tengah jalan.  Jika kau lelah maka bicara. Jangan dipaksa.  Aku akan mengertimu lebih dari yang kau tahu Jika kau bos...

IBU BERTANYA

Gambar
Ibu bertanya; bagaimana dengan kabarmu? Aku hanya bisa menggelengkan kepala. Tanpa bicara juga tanpa senyum menjawabnya. Sudah muak mendengar namamu itu. Karena, telah membuatku menjadi abu. Ibu tidak pernah mengetahui ceritanya. Hanya mengetahui tentang singgah yang sementara. Tetapi, tidak mengetahui cerita sesungguhnya. Jika aku memberitahu yang sebenarnya, Aku tidak mengetahui ibu akan katakan apa padanya. Apa mungkin aku akan diberi petuah Yang panjang, bak jalan tol itu? Atau mungkin aku akan diberi pengertian, Tentang sebuah perjalanan yang nyaman ini? Terserah ibu saja lah, mau berbuat apa. Aku lelah dengan segala yang ada. Memang, tidak ada waktu juga kesempatan untuk kita. Cerita kita seperti di telenovela saja. Membuat orang-orang tersenyum membacanya, juga Dibuat menangis oleh kata-katanya.

PERSEPSI YANG TEPAT

Gambar
Kita dekat tetapi tidak mempunyai hubungan yang erat. Satu irama tetapi tidak senada. Aku ragu untuk mencoba, Sebab aku takut tiba-tiba kau berlalu, dan Meninggalkan pilu untuk diriku. Persepsiku tepat ternyata tidak ada previlege antara kita. Tidak apa lah, kita satu arah tetapi beda tujuan. Kita tidak pernah mengetahui siapa yang datang untuk singgah hingga tinggal bersama dan pergi tanpa meninggalkan sedikit alibi. Tiba-tiba abai dengan semuanya. Jika kau sungguh memiliki rasa. Maka, aku pinta untuk menjaganya. Jangan kau jadikan rusuk menjadi rusak, Jangan kau jadikan yang gagah menjadi patah. Kita kompromi bersama, agar tidak ada yang luka. Jika pertemuan ditengah menjadi akhir cerita, Semoga kau yang menjadi manusianya. Dan dapat menjaga dengan segala cara yang kau punya. Kita masih tetap berdua tetapi bukan yang abadi. Kita hanya mengisi yang saling sepi. 

RINTIHAN MANUSIA-MANUSIA KUAT

Gambar
Untuk manusia yang sama tetapi beda rasa. Disini, di tempat ini. Kami yang hidup juga bernafas di pedalaman. Penerangan hanya menggunakan lampu petromaks, Ingin mandi harus menimba air terlebih dahulu, dari sumur yang dalam, itu juga sudah tercampur dengan lumut hijau yang licin juga menempel di dinding-dinding. Tinggal dalam rumah yang pondasinya tidak sekuat tembok cina, tidur hanya menggunakan tikar coklat, edukasi hanya sekedar mengenal angka. Jarang disini, ada manusia yang komprehensif. Bagaimana ingin komprehensif, kalau usia enam tahun saja tidak lagi ada perantara untuk meraih cita-cita, melainkan mendampingi bapak yang sedang bekerja dibawah teriknya matahari disana. Tubuh bapak yang bungkuk masih dituntut untuk mencari rupiah yang tidak seberapa harganya, tetapi itu cukup untuk menghidupi keluarga yang tinggal di dalam gubuk. Begitupun dengan ibu yang harus mengayam tikar untuk membantu bapak mencari rupiah dalam kehidupan sehari-harinya. Tidak ada waktu berfoya...

DALAM DEKAP

Gambar
Dalam ruang gelap ada mimpi yang di dekap. Kukira itu fakta, ternyata hanya fatamorgana. Setelah mata terbuka, amigdalaku berubah. Ada sesak, ada juga senyum merekah. Semoga kau baik-baik saja disana. Jika sudah menemukan yang tepat, jaga dia dalam dekap. Jangan kau sia-siakan seseorang yang mudah tersakitkan. Sayangi dia dan buatlah bahagia. Jangan kau ulangi untuk kedua kalinya. Melakukan hal bodoh tanpa berpikir. Suatu saat nanti jika ingin melakukan sesuatu, Berpikir terlebih dahulu, agar tidak ada yang terbelenggu. Kemana kau melanjutkan petualangan baru? Apa sudah mendapatkan tempat sesuai dengan apa yang kau inginkan? Jika sudah, semoga kau dapat berbahagia ya, Dan tidak menjadikan orang lain nestapa. Apa kau jadi pergi untuk meninggalkan kota ini? Jika jadi, semoga kau dapat kembali lagi. Dimana pun kau berada, aku tetap disini. Masih merajut asa yang berdebah.

CERITA LAMA KITA

Gambar
Hai anak-anak pemberontak bagaimana dengan keadaan? Semoga selalu diiringi dengan kesehatan, Lalu dapat melakukan aktivitas dengan nyaman, ya. Ternyata sudah tidak lagi bersama membuat kerinduan yang mendalam. Rindu dengan segala cerita yang sudah bungkam. Tentang kita sujud di tempat yang sama, tentang sang pendidik yang suka memberi kita nasihat berkali-kali karena kita yang tidak tahu diri, tentang kita yang suka belajar bersama di depan asrama atau dirumahnya sang pencipta, tentang adanya sebuah kerja sama yang tidak ada kata lelah demi dipandang bagus untuk sebuah acara, tentang kita yang suka beradu argumentasi jika sudah lelah dalam acara dan jika dimintai sebuah pendapat tidak pernah sekali langsung selesai dibahas, butuh kericuhan baru ada kesepakatan. Tetapi, itu semua tidak mengurangi rasa semangat yang kita punya untuk tetap bersama, tentang malam jum'at yang suka memikirkan bagaimana jika sudah tidak lagi bersama, apa kita akan tetap saling sapa atau sulit unt...

SEBELUM SEPERTI INI

Gambar
Dulu dari setiap kita bisa keluar bebas tanpa ada rasa cemas, banyak yang hilir mudik, bernafas dengan lega tanpa menggunakan masker, dan duduk berdekatan bak orang yang mempunyai hubungan persahabatan. Namun sekarang jalanan ibu kota tidak padat seperti biasanya, mobil roda empat juga motor roda dua, bisa dihitung jari. Jakarta, bak kota yang tidak hidup lagi. Semangat penduduknya sudah berkurang untuk berdedikasi. Jika pada saat malam minggu banyak manusia berseteru untuk menghabiskan waktu yang pilu, sekarang malam minggu menjadi haru. Semua dirumahnya masing-masing, saling tatap melalui sosial media saja, tanpa temu seperti biasanya. Tetapi tak apalah itu dapat mengurangi segala keji dalam diri manusia yang sering tidak sadar atas apa yang sudah dilakukannya. Atau sudah ada yang sadar, tetapi telah nyaman dilakukan sampai berkelanjutan sehingga terjebak dalam zona kesesatan. Mungkin pandemi ini terjadi atas perlakuan kita sendiri tanpa disadari. Segala hal yang ada di dalam...

HINGAR BINGAR KEHIDUPAN

Gambar
Jakarta dan suara bising kotanya.  ada yang hidup mewah, lalu sudah bahagia. Di rumah hanya berduduk santai di atas sofa. ada yang berkeluh kesah karena lelah mencari sebuah rupiah dan mencari kehidupan yang sebenarnya. ada yang pergi penuh dengan semangat lalu pulang basah dengan keringat, dan ada juga yang pergi membawa bahagia lalu pulang disambut dengan kecewa.  hidup tidak selamanya di atas, pun sebaliknya, hidup tidak selamanya dibawah.  di atas yang baik masih ada yang lebih baik dan di atas bumi masih ada langit. apa yang ingin dipaparkan pada semesta juga manusianya?  kita ini hanya manusia biasa jika tidak berusaha dan berdoa tidak akan memiliki apa-apa. usaha dan doa menjadi perantara kita dalam bekerja pada semesta. setiap manusia mempunyai mimpi juga ambisi.  dalam riang riuh kita bereuforia sambil berpesta. dalam ruang kosong kita belum tentu hampa. sebab, masih ada diri sendiri yang membuat berkelana. bahagia yan...

DARI KATA YANG BERMAKNA

Pernah punya rencana, tetapi hanya tertulis melalui pena. Pernah punya cerita yang masih membekas dalam kepala. Ada yang berdua, tetapi tidak serasa. Ada yang bersama dalam satu arah, Tetapi masih ada yang nelangsa. Bahagia bukan dari satu pihak. Butuh usaha juga pertahanan yang kuat. Sudah hari ke berapa tidak ada lagi kata? Bagaimana mau berkata, hanya mengucapkan sapa barang sedikit saja kau enggan, bukan? Sudahlah. Tidak baik diam berlama-lama. Kita ini hanya manusia bukan saingan sang maha. Kita pernah tetapi tidak sampai akhir. Aku marah, kau menyerah. Kita kalah dengan pertahanan yang sudah ada. Setelah semua tidak baik-baik saja, Kita diam tanpa sapa juga bicara. Kita salah memilih jalan, tuan. Seharusnya kita saling menjelaskan. Agar tidak ada permulaan yang berakhir. Tetapi, awal juga akan menjadi akhir nantinya. Sebab, pertahanan yang abadi itu hanya kompetisi duniawi. Kepergian yang abadi adalah menuju tempat beralas coklat. Tidak ada penerangan m...

SANG MAHA DAN SEMESTA BEKERJA

Semua orang mengunci pintu rapat-rapat Ibu kota tidak lagi padat Semua sudah mendapatkan waktu untuk istirahat, Sampai sudah kehabisan gaya untuk berbuat. Bosan diam melulu Sehingga rasa semu sudah menjadi satu. Kapan kau hilang? Apa tidak lelah sudah membuat manusia tegang? Ada yang pergi, ada juga yang bertahan. Yang satu mendunia, satunya lagi hanya indonesia saja. Semua kabar duka. Tidak ada yang membuat bahagia. Sekarang bukan lagi pertanyaan tentang; Kuliah dimana? Orang kaya ya? Punya mobil berapa? Jika dijawab, itu semua dapat membuat orang terkesima, Sehingga memporak-porandakan harta juga tahta. Sekarang bukan waktunya berfoya-foya lagi. Tetapi, sudah berapa hal kebaikan yang dibuat? Apa sudah siap, jika bumi runtuh, Keluarga tidak lagi bersatu? Mau ke lari kemana?pantai? Enyah saja semua. Tidak ada lagi yang utuh. Semua bercerai berai. Tidak saling mengenal satu sama lain. Nanti akan ada waktunya. Hanya diri sendiri yang akan merasakan semua. ...