MELUPAKAN YANG SESUNGGUHNYA
Sejak malam itu, aku bahagia di buat olehnya. Malam yang singkat menjadi syahdu serasa milik kita berdua, perbincangan singkat di tengah keramaian jalan membuat aku bertanya kepada Tuhan "Ya Tuhan, apa benar dia orang yang membuat aku belajar bagaimana cara melupakan?" Caranya yang sederhana membuat jadi ada sesuatu yang berbeda. Membuka suara, kembali bercerita, cara dia membuatku tersenyum menatapnya. Ada banyak langkah, apakah kita akan menapaki satu arah? Aku harap kau akan tenang, jika nanti kita akan menyusuri kota, menghabiskan malam berdua sambil berirama mendengarkan nada suara. Ampas kopi itu sudah benar-benar pahit. Karena kita sudah tidak ada lagi cerita dalam bait sajak yang terucap. Aku pikir mulai sekarang sudah benar adanya tentang melupakan. Tidak tahu sejak kapan, tetapi kau sudah tidak ada lagi di dalam ingatan. Aku tidak mengetahui siapa yang membuat lupa akan cerita kita yang pernah ada, tetapi dia atau bukan manusianya aku sangat berterima kasih kepadan...