Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

TERISAK SAMPAI SESAK

Gambar
sepulang bermain tiba-tiba di pelataran rumah juga di dalamnya ramai dengan orang-orang. Ada yang mengaji ada juga yang menangis. Tanpa bisa bicara rasa ini sudah tidak karuan, antara percaya juga tidak. Semua berpakaian hitam, di depan rumah ada bendera kuning. Kita lekas lari menghampiri tanpa basa-basi. Bagaimana rasanya jika bahagia diganti dengan luka secara tiba-tiba? Apa kita bisa menerima dengan begitu saja? Air mawar sudah dituangkan, mawar merah beserta kembang lainnya sudah habis dilahap oleh si tanah merah. Batu nisan berdiri kokoh tetapi orang yang mengamatinya sedang layu dengan rasa yang sedu. Sudah tidak ada lagi yang membangunkan sholat subuh dengan alibi "nak bangun, sudah jam setengah enam waktu subuh sudah habis" padahal adzan saja baru dikumandangkan. Tetapi, itu satu-satunya cara agar kita selalu patuh pada Sang Maha tanpa terlena. Bagaimana jika wanita nomor satu dalam keluarga sudah tidak lagi ada? Sudah pasti air mata menetes tanpa jeda....

PADA PESAN DAN HIDUP

Gambar
Pesan ibu: jadilah kau mawar berduri, harumnya menebar pesona, durinya menusuk orang yang ingin memetiknya. Pesan duri: jangan mendekat jika tidak ingin terluka. Pesan mawar: ikuti aku melangkah, sebab aku baik pada orang yang tidak menyakiti dan aku akan menjaga pada orang-orang yang peduli. Pada bahagia atau sedih kita masih sama hanya keadaannya saja yang berbeda. Kehidupan akan membawa kita pada sebuah perubahan, entah dalam kebaikan atau sebaliknya. Jika memang dalam kebaikan kita harus mempertahankan tetapi jika sebaliknya maka kita yang harus membuat perubahan kembali. Dalam perjalanan yang panjang kita harus mempunyai tujuan agar selalu ada yang harus ditempuh dan tidak jatuh pada diam yang membisu. Kita hanya butuh kaki yang kuat melangkah, tubuh yang tegar dalam patah, hati dalam berbuat kebaikan, dan pikiran dalam angan pada harap yang beriman.

MENGALIR SEPERTI AIR

Gambar
Malam-malam dia tersungkur dengan lagu mengalun sesuai irama dan kata yang menjadi penghantar tidur. Banyak rasa tentang hari ini, entah perjumpaan yang sementara atau tentang kita yang berhenti ditengah jalan. Keduanya sama dengan satu arti hanya berbeda dalam kalimat. Kalau saja semua manusia saling memahami pasti hidup akan sesuai dengan ekspektasi, tetapi Sang Maha juga yang merubah dengan segala rencananya. Sambil membayangkan air yang selalu mengalir tanpa lelah walau tidak berujung dengan berhenti di sebuah tempat tetapi dia selalu menjadi yang dibutuhkan oleh banyak manusia. Apa kau ingin seperti itu? Menjadi orang yang yang dibutuhkan itu membuat senang tetapi kita juga harus seperti air yang bermanfaat untuk semua manusia dalam semesta. Walau lelah jangan pernah berhenti melangkah, sebab menyerah tidak memihak kepada juara. Lelah kita akan menjadi bait-bait cerita dalam dunia, ada yang berakhir dengan bahagia juga kecewa. Semua sesuai dengan usaha kita masing-mas...

NEW NORMAL

Gambar
Jalanan kota akan kembali padat tetapi berbeda keadaan semula yang tenang tanpa ada khawatir sekarang ada rasa sedikit cemas dan siap siaga untuk menjaga, agar tidak ada lagi yang meninggalkan atau ditinggalkan. Tempat tongkrongan juga ramai dengan orang-orang yang sambil berdiskusi lalu menikmati segelas kopi. Tetapi apa setiap orang yang berada disana akan bisa tertawa bahagia tanpa ada yang harus dipikirkan? Dari setiap manusia mempunyai beban tentang kehidupannya masing-masing. Semua akan kembali seperti semula. New Normal membuat orang-orang bisa bekerja seperti biasa, bisa saling bertegur sapa dalam bekerja tanpa melalui sosial media. Pusat perbelanjaan kembali dibuka, dan tempat ibadah kembali ramai dengan orang-orang yang berdoa. Tetapi kita harus tetap waspada dan selalu menjaga agar tidak ada yang terluka. Kesehatan menjadi hal yang berharga dalam kehidupan. Tanpa tubuh yang sehat kita akan menjadi lemah dan tidak bergairah. Tidak ada yang bisa dilakukan jika suda...

MENJAGA DAN PERCAYA

Gambar
Nanti jika semua sudah kembali baik Apa kau ingin menyusuri ibu kota bersamaku? Memandang awan yang cerah sambil menunggu kereta, Atau berteduh di halte bus sekolah menunggu hujan reda. Bermain bianglala sambil tertawa di atas sana, Menikmati awan yang cerah dan ramainya kehidupan kota, Bersandar di atas kepala untuk menenangkan jiwa, dan Bahagia milik kita berdua pada hari itu. Kukira itu akan menjadi hal terindah kita berdua Jika tidak ada yang saling melupa atau membuat luka. Tiba-tiba kau berhenti di persimpangan jalan kota Aku diam menatap dari jauh dan kau hilang begitu saja. Terbangun dari hangatnya selimut Ternyata itu hanya mimpi belaka. Aku tersenyum tetapi juga khawatir Sebab, kita bisa berdua tetapi nanti akan ada masa tidak serasa. Semoga kau masih tetap ada dan masih sama. Kita melangkah berdua, Jemari saling menggenggam, Bahu saling menguatkan, dan Bisa saling menerima segala beban. Kita harus membuat kenang yang indah Sebab, jika nanti sudah...