BUKAN SEBAGAI RUMAH
Kalau dari awal terdapat pilihan; aku memilih untuk tidak mengenalmu sejak awal. Tidak ada patah hati, tidak ada interaksi, tidak ada yang teradiksi, dan tidak ada kenangan yang abadi. Diam membisu, acuh tak karuan. Menyapa rasanya enggan. Kau memberi banyak celah harap, ternyata setelahnya kau membuat patah. Luluh lantak hati ini seperti tersayat Tetapi, manusianya entah pergi kemana. Mungkin sudah bahagia ya? Tidak apa lah kau membuatku asing, jika memang kau sudah bosan. Tetapi, lebih baik kau berbicara terlebih dahulu tuan. Hati puan ini bukanlah seperti bianglala. Bukan juga tempat singgah sementara. Seharusnya saling menjaga, a gar tidak ada yang pelik dalam luka. Kupikir kau menjadikan diriku sebagai rumah. Ternyata hanya sebagai halte di persimpangan jalan sana. Apa kau pernah merasa kesepian? Ucapku sederhana, hanya meminta agar kau bahagia. Ada manusia yang membiarkannya menari sebagai bentuk melepaskan rasa. Ada binatang yang jahat dibiarkannya berlar...