Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2023

KOMPROMI DENGAN DIRI SENDIRI

Gambar
Mungkin beberapa dari kita banyak yang menyalahkan dirinya sendiri karena beberapa hal. Ada yang menyalahkan karena belum bisa seperti orang lain, menyalahkan karena merasa dirinya lemah, menyalahkan belum bisa menang, dan masih banyak lagi hal-hal yang disalahkan dengan diri sendiri. Sebenarnya perjalanan yang diselimuti dengan sumpah serapah, doa, dan usaha itu sebagai bentuk afeksi yang sudah dilakukan dengan baik oleh diri sendiri. Hidup ini bukan kompetisi, jadi coba beri ruang untuk kompromi dengan diri sendiri. Karena banyak perjalanan yang tidak selamanya harus ditempuh dalam satu waktu dan setiap dari kita memang tidak akan pernah baik-baik saja. Kalau hari ini bahagia, pasti esok akan sedih juga dan sebaliknya seperti itu. Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih indah untuk dipandang. Namun, perjalanan bersama diri sendiri yang menjadi refleksi untuk afeksi.             Ada banyak tujuan tetapi selalu ada persimp...

MEMORI DALAM INGATAN

Keliling Jakarta dipenuhi dengan bicara Gedung-gedung tinggi seperti mimpi kita; Hidup bersama sampai tua penuh dengan doa Jalannya berdua sampai tidak lagi bernyawa. Jika pagi disambut dengan kecupan mesra, malam duduk di meja makan penuh dengan tawa Berlayar berdua menguatkan rasa, agar bisa sama-sama cinta selamanya. Semesta membuat kita saling sapa Jatuh suka itu kita berdua Kalau nanti kita usai juga, semoga kita akan bertemu lagi di dalam surga 

BAHAGIA HANYA SEMENTARA

Kita rayakan dengan kemesraan, lalu kita lupakan dengan meninggalkan kenangan Aku risau memikirkan tentang kita Ingin meninggalkan cinta, tetapi ujungnya kecewa Hari itu kau menyenangkan Seperti ada rasa sayang tetapi tidak dalam dekapan Kalau kau suka, bilang suka Jangan esok tiba-tiba kau lupa. Apa kau bahagia jika hanya singgah? Sementara aku dikutuk untuk menciptakan cinta. Kau buat aku bahagia hanya sementara Esok kita sudah bukan lagi di dalam rumah yang sama Ada yang jalan bersama tetapi tidak satu tujuan Ada yang satu tujuan tetapi berhenti di persimpangan jalan Kita hanya perlu bicara apa adanya Agar bisa menciptakan rumah yang sama.

KITA PERNAH MESRA

Satu arah tetapi tidak satu rasa Jalan berdua, ceritanya bersama Tetapi belum bisa membuat cipta  satu rumah yang sama Sepertinya tujuan kita memang berbeda. Jakarta tempat cerita kita berdua, tepati kita tidak pernah membahas tentang kita. Ada yang sempat terabadikan lewat kata, tetapi aku tidak tahu apa jawabannya. Apa kita punya kesempatan? Karena, rasa bisa kita buat. Namun, keraguan dipenuhi dalam ruangan. Sampai akhirnya kita berdua seakan saling melupa yang kemarin pernah mesra.