SANDIWARA MAHASISWA REMAJA

Apa kita masih disebut mahasiswa baru?
Yang pastinya kita itu anak semester satu yang masih lugu dan ragu untuk memilih bagian yang mana agar kita dapat maju.
Lelah sehingga sulit untuk bercerita.
Bahagia dapat mengenal banyak manusia dan ternyata seperti itu kegiatan menjadi mahasiswa baru, yang ramai untuk bersuara mengeluarkan yelyelan dan menguji keberanian berada dikeramaian orang-orang.

Selamat beradaptasi dengan lingkungan yang lebih mendalam dan jangan lupa, bahwa, memahami sekitar adalah hal yang harus dilakukan agar dapat mengambil pesan dari sebuah kejadian.
Sekarang nyatanya kita sudah merasakan sekolah yang tidak memakai seragam lalu merasakan dan melihat kehidupan yang lebih beragam.
Sekarang kita sudah paham tentang sebuah perbedaan dalam satu lingkungan. Untuk itu tetaplah jadi mahasiwa baru yang berbudiman, Tidak ada perbedaan dalam satu angkatan dan tetap menjaga kebersamaan.

Jika kita sudah memilih satu bagian atau banyak bagian maka jadilah orang yang maju dalam bagian tersebut dan jangan pernah takut untuk ikut.
Ikutilah suatu bagian tersebut untuk kita dapat sebuah hal  baru bukan yang menjadikan kita menjadi rancu. Kita satu suara, kita bersatu bukan beradu.
Hidup ini memang sebuah pilihan dan kita yang akan menjalankan. Maka, hidup itu akan terus maju agar kita tidak selalu berada diposisi ragu. Untuk itu jadilah manusia yang dapat menjadikan kamu candu sehingga tidak dapat berseteru.

Teruslah belajar dan berusaha, agar pengorbanan kedua orang istimewa dalam keluarga tidak sia-sia. Yaitu, Ayah sebagai kepala keluarga yang mencari sebuah rupiah hanya untuk membiayai kita kuliah dan ibu yang tidak pernah lupa berdoa disetiap sujudnya agar kita dapat menjadi orang yang berguna. Jangan pernah menyerah sebelum kau kalah. Jika kalah maka teruslah berusaha agar dapat menjadi sang juara. Disini kita sama-sama berjuang agar dapat menjadi seorang pemenang dan jangan lupa untuk selalu sertai doa dalam setiap sujudnya agar mendapatkan kebahagiaan dengan sesungguhnya.

Untuk sekarang jangan sia-siakan kesempatan yang telah diberikan oleh sang maha cendikiawan, karena tidak semua orang dapat merasakan, dan berterimakasihlah kepadanya karena sudah dapat memberikan kesempatan untuk kita berada didunia, sehingga kita dapat berusaha agar dapat menggapai sebuah cita-cita.
Nyatanya menjadi seorang remaja yang akan beranjak dewasa itu tidak mudah ya. Banyak hal yang tidak diinginkan tetapi menjadi kenyataan.

Setiap sore semesta selalu basah. Sebab, musim hujan sudah mulai tiba. Ketika daun dan angin yang sudah bersaut-sautan, langit pun semakin gelap temaram. Lewat tengah malam. Aku menyadari Jika aku sudah lama tidak berdiam diri, untuk bercerita tentang apa yang sudah terjadi. Tetapi, tanpa aku bercerita pasti kau sudah dapat mengetahui.
Mendadak terasa: betapa malasnya diri ini, hanya untuk sekedar bercerita lalu meminta, agar aku mendapatkan kebahagiaan dengan sesungguhnya. Tetapi, ini sudah mulai sulit untuk bekerja.

Menjadi seorang mahasiswa waktuku banyak tersita untuk mengerjakan tugas dari dosen yang banyak ba bi bu, karena kita sulit untuk diberitahu. Tetapi, dosen juga yang membuat candu akan segala perkataan yang membuat kita tidak dapat berseteru. Sepulang kuliah pasti akan ada waktu yang diluangkan entah di sebuah tempat yang sepi. Suara membisu, pikiran beradu, dan argumentasi berseteru. Ruangan yang sunyi. Terdapat rak-rak yang berisikan buku, meja-meja yang sempat disinggahi, dan bangku yang diduduki untuk berdiskusi.
Atau disebuah tempat tongkrongan yang nyaman untuk dijadikan tempat segala perbincangan.

Semakin remaja yang akan beranjak dewasa semakin sulit untuk memahami tentang sebuah rasa, menghadap kepada sang pencipta sekedar untuk bercerita pun sulit. Sebab, sudah suka bereuforia dengan berfoya-foya tanpa memikirkan dosa dan pahala.
Seharusnya menjadi seorang remaja yang akan beranjak dewasa itu semakin dekat kepada sang pencipta, agar nantinya dapat kebahagiaan dengan sesungguhnya dan dapat menjadi orang yang berguna melalui doa yang selalu di sampaikan kepada sang pencipta.

Aku hanya ingin meminta, bahwa ;
Mohon beri aku kesempatan, agar dapat merasakan musim hujan berikutnya, untuk aku ceritakan tentang segala hal yang telah aku rasakan. Bahagia atau sedih pasti itu akan silih berganti, sebab roda kehidupan akan selalu berputar, seperti bianglala ditempat bermain sana yang belum sempat kita singgahi bersama.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERDUA ITU KITA

RESTU UNTUK SATU TUJU

JODOH YA?