IBU BERTANYA
Ibu bertanya; bagaimana dengan kabarmu?
Aku hanya bisa menggelengkan kepala.
Tanpa bicara juga tanpa senyum menjawabnya.
Sudah muak mendengar namamu itu.
Karena, telah membuatku menjadi abu.
Ibu tidak pernah mengetahui ceritanya.
Hanya mengetahui tentang singgah yang sementara.
Tetapi, tidak mengetahui cerita sesungguhnya.
Jika aku memberitahu yang sebenarnya,
Aku tidak mengetahui ibu akan katakan apa padanya.
Apa mungkin aku akan diberi petuah
Yang panjang, bak jalan tol itu?
Atau mungkin aku akan diberi pengertian,
Tentang sebuah perjalanan yang nyaman ini?
Terserah ibu saja lah, mau berbuat apa.
Aku lelah dengan segala yang ada.
Memang, tidak ada waktu juga kesempatan untuk kita.
Cerita kita seperti di telenovela saja.
Membuat orang-orang tersenyum membacanya, juga
Dibuat menangis oleh kata-katanya.
Komentar
Posting Komentar