SANG MAHA DAN SEMESTA BEKERJA
Semua orang mengunci pintu rapat-rapat
Ibu kota tidak lagi padat
Semua sudah mendapatkan waktu untuk istirahat,
Sampai sudah kehabisan gaya untuk berbuat.
Bosan diam melulu
Sehingga rasa semu sudah menjadi satu.
Kapan kau hilang?
Apa tidak lelah sudah membuat manusia tegang?
Ada yang pergi, ada juga yang bertahan.
Yang satu mendunia, satunya lagi hanya indonesia saja.
Semua kabar duka.
Tidak ada yang membuat bahagia.
Sekarang bukan lagi pertanyaan tentang;
Kuliah dimana? Orang kaya ya? Punya mobil berapa?
Jika dijawab, itu semua dapat membuat orang terkesima,
Sehingga memporak-porandakan harta juga tahta.
Sekarang bukan waktunya berfoya-foya lagi.
Tetapi, sudah berapa hal kebaikan yang dibuat?
Apa sudah siap, jika bumi runtuh,
Keluarga tidak lagi bersatu?
Mau ke lari kemana?pantai?
Enyah saja semua. Tidak ada lagi yang utuh.
Semua bercerai berai.
Tidak saling mengenal satu sama lain.
Nanti akan ada waktunya.
Hanya diri sendiri yang akan merasakan semua.
Semua yang ada juga akan tiada pada waktunya.
Percaya. Sesungguhnya kita hanya sendiri.
Tidak ada yang bersama.
Jika bersama itu juga tidak akan abadi.
Tetapi, perlu diingat. Bahwa, satu yang abadi;
Sang maha selalu membersamai.
Sudah, pergilah.
Apa kau tidak kasihan dengan manusia
Yang sudah menahan saudade ini?
Semua hilang harap. Tidak ada lagi yang saling tatap.
Ada yang merasakan sesak sampai terisak.
Ada juga yang bahagia sampai berdebah.
Semua sudah ada waktunya,
Untuk kecewa juga bahagia.
Jika semua sudah baik-baik saja.
Maka, jangan lupa untuk terimakasih kepada sang maha.
Agar tidak ada yang murka, apa lagi
Sampai membuat sudah tidak ada lagi yang bernyawa.
#lekasmembaikdunia
Ibu kota tidak lagi padat
Semua sudah mendapatkan waktu untuk istirahat,
Sampai sudah kehabisan gaya untuk berbuat.
Bosan diam melulu
Sehingga rasa semu sudah menjadi satu.
Kapan kau hilang?
Apa tidak lelah sudah membuat manusia tegang?
Ada yang pergi, ada juga yang bertahan.
Yang satu mendunia, satunya lagi hanya indonesia saja.
Semua kabar duka.
Tidak ada yang membuat bahagia.
Sekarang bukan lagi pertanyaan tentang;
Kuliah dimana? Orang kaya ya? Punya mobil berapa?
Jika dijawab, itu semua dapat membuat orang terkesima,
Sehingga memporak-porandakan harta juga tahta.
Sekarang bukan waktunya berfoya-foya lagi.
Tetapi, sudah berapa hal kebaikan yang dibuat?
Apa sudah siap, jika bumi runtuh,
Keluarga tidak lagi bersatu?
Mau ke lari kemana?pantai?
Enyah saja semua. Tidak ada lagi yang utuh.
Semua bercerai berai.
Tidak saling mengenal satu sama lain.
Nanti akan ada waktunya.
Hanya diri sendiri yang akan merasakan semua.
Semua yang ada juga akan tiada pada waktunya.
Percaya. Sesungguhnya kita hanya sendiri.
Tidak ada yang bersama.
Jika bersama itu juga tidak akan abadi.
Tetapi, perlu diingat. Bahwa, satu yang abadi;
Sang maha selalu membersamai.
Sudah, pergilah.
Apa kau tidak kasihan dengan manusia
Yang sudah menahan saudade ini?
Semua hilang harap. Tidak ada lagi yang saling tatap.
Ada yang merasakan sesak sampai terisak.
Ada juga yang bahagia sampai berdebah.
Semua sudah ada waktunya,
Untuk kecewa juga bahagia.
Jika semua sudah baik-baik saja.
Maka, jangan lupa untuk terimakasih kepada sang maha.
Agar tidak ada yang murka, apa lagi
Sampai membuat sudah tidak ada lagi yang bernyawa.
#lekasmembaikdunia
Komentar
Posting Komentar