DEMOKRASI DIRI



Dalam diri terdapat demokrasi
tentang ricuhnya rindu yang di rundung pilu,
entah suaranya di dengar atau bahkan hanya sekedar lewat gendang telinga saja.

Dalam orasi ada diri yang berani
untuk mencaci rindu yang menggerogoti
atau Tuan yang sudah lari tanpa meninggalkan sedikit alibi

Sebelum hari itu tiba, anarki bisa saja datang
dengan benci yang bertuan atau sebongkah luka yang dalam
mengusik kata maaf dalam permohonan, merongrong bertemu untuk mengusir rindu dan kita gagal dalam bersatu.

Bukan tentang siapa yang menang dalam pertarungan
tetapi, tentang siapa yang dapat bertahan dalam permasalahan pendewasaan. Tetap diam atau terus melangkah ke depan tanpa melihat apa yang telah terjadi kemarin?

Semua diri sendiri yang menentukan
Konflik yang bertolak belakang antara keinginan dan mengalah untuk seseorang yang sudah tidak lagi sejalan.
Dewasa sudah tidak lagi menginginkan permainan yang tanpa adanya alasan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERDUA ITU KITA

RESTU UNTUK SATU TUJU

JODOH YA?