PERNAH YANG SUDAH FANA
Kuberi dia nama sore, seorang wanita yang mampu bersandar pada dirinya sendiri tanpa memikirkan segala hal yang telah terjadi, lalu jingga adalah laki-laki yang hanya memberi harap setelahnya pergi begitu saja tanpa kompromi dan langsung lari. Jingga dan sore begitu akrab selalu menghabiskan malam sambil menikmati bintang berkelip di tengah malam yang gelap, mereka saling memberi dan selalu mengucapkan kata semangat sebagai penguat. "Kalau sedang tidak baik-baik saja maka bercerita agar tidak ada yang nestapa lalu jika berselisih paham jangan diam ya, sebab nanti akan berakhir menjadi bungkam. Kita harus saling memberi alasan agar mendapat sebuah penjelasan" kata jingga sambil menatap sore yang sedang lara. Mereka memang saling bercerita sampai memberi iba tetapi setelahnya hampa begitu saja tanpa ada kata yang terucap kembali.
Ketika aku sedang tidak baik-baik saja kemana kau pergi? Kau bilang kita harus bercerita agar tidak ada yang luka, tetapi mengapa kau pergi begitu saja tuan? Mari kesini sebentar aku ingin bercerita dan kau hanya perlu menyediakan telinga lalu setelahnya dapat membuatku bahagia seperti biasanya. Aku akan bercerita tentang manusia yang sudah dibuat patah berkali-kali.
Kasihan ya dia, tidak dijaga tetapi dibuat luka, sepertinya dia sudah salah melangkah. Arah mereka sama, tetapi bias sayang, satunya mempertahankan, satunya lagi pergi tanpa alasan. Tetapi dia hebat setelah jatuh, patah tangan lalu patah hati tetap lanjut terus. Sebab katanya, jakarta itu keras. Jangan jadi manusia yang seperti itu ya karena, nantinya akan ada kenang yang membekas. Pasti dia akan merasa jika urdu sudah tidak lagi bersamanya dan konsiderasi atas segala apa yang ingin dilakukan.
Jingga tidak dapat banyak berbicara namun dia berhasil merubah suasana yang tidak pernah tersangka. Di hari ulang tahunku tiba-tiba jingga datang dengan membawa sebuah hadiah sebagai teman bercerita. Aku tidak mengetahui mengapa dia memberi sebuah hadiah itu tetapi aku rasa mungkin saja ya, itu sebagai pengganti dia untuk teman berceritaku tentang segala rasa yang mempunyai banyak makna. Sebab, kita tidak pernah mengetahui siapa yang datang untuk tinggal atau pergi. Kita memang manusia yang berucap malu tetapi ingin selalu berseteru. Setelah dia menemuiku kita pulang lalu dia mengantarkanku sampai depan rumah, di sepanjang jalan kita berbicara tentang segala keadaan, aku tidak mengetahui kau yang hanya mementingkan dirimu sendiri atau aku yang ingin menang dengan egoku sendiri. Jujur sayang, aku tidak dapat bersapa terlebih dahulu sebab aku ini pemalu dan ragu, aku hanya dapat memberimu alibi agar kau dapat memahami.
Apa kau ingat pertemuan kita di sebuah tempat tongkrongan kopi? Dua gelas kopi menjadi teman bicara, musik mengalun sesuai dengan irama. Manusia-manusia masih menikmati mimpinya tetapi, kita sudah sampai di tempat ngopi saja. Banyak ibu-ibu sosialita yang seperti anak remaja, sarapan sambil menikmati segelas kopi atau tehnya lalu berbincang tentang isu-isu terhangat. Kita di atas hanya sambil menertawakan dengan menduga-duga, apa mereka tidak dicariin sama suaminya ya? Semua memang ingin kembali terlihat muda. Hari itu kau sudah beranjak dewasa sebab hari ibumu berjuang telah tiba tetapi kala itu, perbincangan kita ternyata menjadi akhir pertemuan. Paradigma dan firasatku ternyata benar, sebab sikap kau tidak seperti biasanya. Setelah itu kita diam membisu tanpa banyak beradu, pergi tanpa meninggalkan sebuah pesan, membuat banyaknya pertanyaan. Awal pertemuan memang akan berakhir dengan perpisahan tuan.
Apa kau ingat kita pernah membuat harap dalam satu sepakat, pernah membuat keputusan dalam kebersamaan lalu sekarang hanya tinggal kenang dalam tenang dan ada pertanyaan dari sebuah perubahan. Apa kau baik-baik saja?
Apa kau masih ingat tentang percakapan kita malam itu?
Tentang berdiskusi bukannya lari dan tentang kompromi sebelum pergi? Aku tidak mengetahui mengapa kau hilang begitu saja tetapi esok harinya kau sudah bersama kekasih barumu. Sungguh luka yang sulit untuk di obati sebab, kekasih barumu adalah manusia yang selalu memberi kekuatan pada hubungan kita. " re, kau baik-baik saja ya sama jingga jangan pernah bertengkar apa lagi untuk jauh " kata dia manusia yang ternyata sama saja seperti manusia kebanyakan di dalam semesta. Aku sudah tidak percaya dengan kata-kata seperti itu, karena itu alasan klise untuk menghancurkan semuanya.
Bagaimana rasanya jika manusia yang kau percaya membuat luka tanpa menyapa untuk mengucap kata maaf? Ini memang sebuah cinta paling rumit kita diam membisu, acuh tak karuan menyapa rasanya enggan lalu pertemuan akhir itu seperti sebuah paksaan sebagai bentuk salam perpisahan. Kau memberi banyak celah harap ternyata setelahnya kau membuat patah, luluh lantak hati ini seperti tersayat tetapi, manusianya entah pergi kemana.
Mungkin sudah bahagia ya? Tidak apa lah kau membuatku asing tetapi jika memang kau sudah bosan lebih baik kau berbicara terlebih dahulu tuan, karena, hati puan ini bukanlah seperti bianglala bukan juga tempat singgah sementara. Seharusnya saling menjaga agar tidak ada yang pelik dalam luka, kupikir kau menjadikan dirimu sebagai rumah ternyata hanya sebagai halte di persimpangan jalan sana. Apa kau pernah merasa kesepian? Ucapku sederhana, hanya meminta agar kau bahagia dan tidak lagi membuat manusia lain nestapa.
Terima kasih, untuk hari itu sudah membuatku bahagia juga kecewa. Sebab, sudah meninggalkan luka yang tidak akan lagi disapa, apa lagi untuk kau bawa. Dan untuk manusia yang mempunyai kata-kata klise, semoga kau bahagia dengan tuan lalu kalian memang di takdirkan untuk membuat harap yang sama agar tidak berakhir lara. Malamku terbuat dari; Jalanan kampung yang diiringi suara jangkrik, penerangan dengan lampu petromaks, dan abang wedang jahe yang jalan sendirian. Kepada bulir air yang sudah tergenang dalam mata, lalu tetesan yang mengeluarkan segala rasa ada kenang yang pernah tinggal sebelum menjadi tanggal, ada rindu yang digemuruhi dengan rasa yang bedebah. Aku hanya seorang anak kecil yang manis sedang menangis di bawah kolong meja dengan sesak yang membuat terisak. Jangan kau buat luka, sebab akan ada nelangsa di antara kita. Kau menjaga aku dalam dekap, aku menguatkanmu dalam lelah, rumah sebagai tempat rebah tersungkur, dan kita sebagai tokoh dalam telenovela. Cinta paling rumit ketika satu menerima satunya lagi enyah, satu merasa penuh kasih juga sayang dan satunya lagi hanya merasa iba.
PS: Sumber gambar melalui pinterest

😍😍😍
BalasHapus😍😍😍😍😘
BalasHapusKok jadi kepikiran Maxx coffee
BalasHapusTemennya starbucks
Hapus