KAMU LELAH?


 

Sudah seberapa jauh kau melangkah? Apa sudah lelah untuk sampai titik perjumpaan kita berdua? Belum sampai tujuan atau kau yang tidak mengetahui arah jalan pulang? Mungkin di dalam penyampaian kau tidak serta dengan ketulusan. Sebab, permohonan paling dalam hanya di utarakan kepada Tuhan. Ketika daun dang angin yang sudah bersaut-sautan, langit pun semakin gelap temaram. Lewat tengah malam, aku menyadari jika aku sudah lama tidak berdiam diri untuk bercerita tentang apa yang sudah terjadi. Tetapi, tanpa aku bercerita pasti kau sudah dapat mengetahui. Mendadak terasa, betapa malasnya diri ini hanya untuk sekedar bercerita lalu meminta, agar aku mendapatkan kebahagiaan dengan sesungguhnya. Tetapi, ini sudah mulai sulit untuk bekerja, mohon beri aku kesempatan agar dapat merasakan musim hujan berikutnya, untuk aku ceritakan tentang segala hal yang telah aku rasakan. Bahagia atau sedih pasti itu akan silih berganti. Sebab, roda kehidupan akan selalu berputar seperti bianglala ditempat bermain sana yang belum sempat kita singgahi bersama.

Jika ditanya apa kau sudah memeluk agama? Jawabku iya. Tetapi, Tuhan kembali berbicara. Kau lihat kakek tua yang rajin beribadah dan senang membentuk tangan sambil berpose menengadah untuk berdoa, ia belum tentu akan masuk surga. Apa kau sudah memeluk agama? Aku belum memeluk agama dengan seutuhnya, karena perduniawian masih aku jadikan tujuan utama untuk kesenangan sementara. Malam-malam terisi dengan raung tangisan yang bergemuruh, penyesalan tanpa ada perubahan dan keegoisan memilih kesenangan. Dengan siapa kau bercerita? Sering kali kau mengadu pada ciptaanku bukan dengan pencipta-Nya. Kau hanya lupa bahwa mereka juga hanya sementara dapat membuat kau bahagia. Jangan kau jadikan rusuk menjadi rusak, jangan kau jadikan yang gagah menjadi patah, jangan kau jadikan yang bahagia menjadi nelangsa, dan jangan kau jadikan yang kuat menjadi sambat. Jika saja menyerah itu akan menjadi juara, pasti aku akan menjadi nomor satu diantaranya. Tetapi, itu tidak mungkin. Sebab, yang akan menjadi juara itu hanya mereka orang-orang yang ingin berusaha setelah gagal dalam pencapaian. Semua akan ada waktunya untuk kita merasakan bahagia, kecewa, hingga terluka. Ini semua sudah rencana Sang Maha dan kita harus mengingat ini, bahwa, selain usaha kita juga perlu berdoa. Selalu libatkan Sang Maha dalam segala sesuatunya ya, agar mendapatkan kebahagiaan dengan sesungguhnya. Tidak ada yang lebih bermakna selain doa, tidak ada yang lebih berarti selain usaha. Manusia akan merasakan sesak juga bedebah dan manusia akan merasakan duka juga bahagia. Berjalan ke depan tidak harus selalu bersama, tetapi doa jangan sampai berhenti dan selalu dijaga.

Kita tidak akan pernah mengetahui yang namanya lelah dan ingin menyerah, jika tidak berjalan dan tidak berusaha. Jadi, selamat melangkah ya. Seberapa jauh kau melangkah, tetaplah rumah menjadi tujuan akhir untuk bercerita, sebab terdapat penenang yang dinantikan dan doa yang selalu di dambakan. Kalau hidup masih ingin main-main, lebih baik puas-puasin saja dulu mainnya sampai akhirnya dapat mengambil pelajaran dari sebuah permainan dalam hidup. Tetapi, hidup ini bukan permainan, melainkan keseriusan untuk berjuang dalam menjalankan. Waktu akan terus berputar dan kehidupan akan terus berjalan. Selalu ada harapan untuk sebuah perubahan. Jakarta dan suara bising kotanya, ada yang hidup mewah ada juga yang penuh dengan keluh kesah. Ada yang lelah ada juga yang bahagia, sampai ada yang pergi penuh dengan semangat lalu pulang penuh dengan keringat dan kecewa. Semua mempunyai jalannya masing-masing, hidup tidak selamanya di atas dan sebaliknya hidup tidak selamanya dibawah.

Semua ada waktunya kapan kita bahagia dan kecewa, tetapi berjuang selalu menjadi tujuan utama jika ingin menjadi seorang pemenang. Tenang saja, semua sudah diatur oleh Sang Maha. Kita berencana, Sang Maha yang menentukan segalanya, selamat berubah dari setiap langkah ya. Semoga kau menjadi orang yang lebih baik lagi. Hingar bingar kehidupan rasanya memang membuat diri ini ingin berlomba-lomba untuk mendapat kebaikan. Cinta datang untuk diperjuangkan, cerita ada untuk dibaca, dan kita hidup untuk dijalankan. Rasanya ingin menyerah jika sudah ada yang membuat patah, bukan? Tetapi, terkadang semangat juga kembali datang di saat ada seorang penguat. Pengamen bernyanyi di terminal, taman di sapu oleh petugas yang berpakaian warna oranye, dan padi di panen oleh petani. Semua sudah ada tempatnya dimana kita harus berjuang, tetapi tenang saja kau jangan kemana-mana. Aku akan kembali dengan membawa segala janji yang akan aku tepati. Doakan aku selalu agar dapat hidup bersamamu sampai rambut memutih dan kulit yang sudah tidak muda lagi.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERDUA ITU KITA

RESTU UNTUK SATU TUJU

JODOH YA?