SELAMAT MALAM MINGGU
Hai, apa kabar? Bagaimana dengan perjalanan yang banyak persimpangannya? Apa kamu sudah menemukan rumah yang tepat untuk dijadikan sandaran juga rangkulan? Apa kamu masih menjadi manusia yang terlalu banyak bercanda? Banyak pertanyaan yang berkeliling di kepalaku tetapi aku tidak mengetahui bagaimana cara menyampaikannya. Jika dibilang sulit rasanya terlalu sempit, tetapi jika mudah kau yang selalu bercanda. Bahagia ya menjadi manusia yang terlalu banyak bercanda? Tetapi apakah kamu pernah mengetahui, bagaimana caranya menempatkan sesuatu yang serius untuk dibahas?
Aku suka kamu humoris menjadi anak manis ibu. Terlalu banyak yang aku suka dari kamu, tetapi karena kamu terlalu banyak bercanda hingga lupa apa yang sebenarnya harus kau rasa. Kita singgah tetapi hanya sementara, kau sudah lupa kemana balik arah untuk pulang ke rumah. Kita teralih dengan alih-alih tidak lagi saling mengisi, aku memuji tetapi sekarang kau mencaci. Sebenaranya apa yang membuat kau bahagia dalam semesta? Air mengalir seperti darah yang terluka, ada yang bahagia dalam sepi, ada juga yang tenang dalam kenang. Tujuan kau hidup untuk apa sesungguhnya? Bagaimana cara kau menempuh tanda seru dalam beradu? Apa sudah sampai titik kehidupan yang sesungguhnya?
Aku sungguh bahagia pernah memilikimu walaupun tidak sampai akhir. Jika aku boleh egois dalam berhubungan sudah pasti aku akan bertahan, tetapi sayangnya kita saling bukan berpaling. Katanya aku menjadi satu-satunya tetapi itu hanya bercanda dan nyatanya aku menjadi salah satunya. Terima kasih untuk kamu yang terlalu banyak bercanda, kelak kamu akan menjadikan manusia yang benar-benar tertawa bahagia bukan tertawa karena meringis sesak sampai terisak. Cobalah refleksi sesekali, sebab semua tidak berarti jika kita tidak dapat memahami diri sendiri. Kamu ingin pergi mencari keramaian? Enyah saja semua, sebab yang kamu cari hanya satu tuan; merindukan seseorang yang sejalan tetapi tidak banyak menuntut segala keadaan. Menerima lalu memberi penuh kasih juga sayang adalah hal paling di mimpikan oleh banyak manusia, jangan menahan ego sendiri jika kalah dengan keadaan.
Malam minggu kali ini sungguh syahdu untuk merenung, karena tidak ada lagi bercumbu sambil beradu, tidak ada lagi tawa karena kamu yang terlalu banyak bercanda, dan tidak ada lagi kata "Aku pulang ya" setelah mampir ke rumah untuk bertemu ibu sambil membawa martabak coklat favoritnya. Kali ini aku yang sengsara, tetapi apakah kamu juga? Atau sudah bahagia? Aku bahagia kamu masih menyempatkan untuk saling sapa dengan menanyakan kabarku yang tentunya masih sama. Ya Tuhan sebenarnya kau memberiku jawaban untuk bertahan atau lepaskan saja?

Komentar
Posting Komentar