KEPADA PUAN
Banyak manusia yang mengenal bahwa perempuan sejatinya lemah dan tidak berdaya, semua stigma itu sudah terkenal, sehingga banyak para hipokrit di luar sana yang menjatuhkan perempuan tidak hanya sekali- dua kali, melainkan sampai membuat wanitanya tumbang. Setiap orang memiliki perbedaan dan mempunyai keistimewaan. Ada yang pandai dalam bercerita untuk menutup luka, ada juga yang pandai pura-pura bahagia agar tidak terlihat merana. Semua itu jatuh kepada pangkuan wanita. Tidak sampai disana saja wanita berhenti hidup karena terluka, tetapi sekalinya dijatuhkan wanita dapat bertahan.
Banyak yang bertanya, untuk apa wanita sekolah tinggi-tinggi jika ujungnya hanya berkawan dengan centong nasi? Pertanyaan yang sudah basi dalam hiruk pikuk kehidupan. Sudah jelas jawabannya sangat penting untuk wanita sekolah tinggi-tinggi, karena nantinya dalam mendidik generasi selanjutnya tidak hanya sekali-dua kali, melainkan sampai akhir hayat. Lantas, jika wanita tidak sekolah tinggi apa yang ingin diberikan kepada anaknya nanti? Hanya di sogokkan cibiran duniawi? atau hanya membuat anak pandai berhalusinasi? Tentu saja itu hal konyol yang mungkin terjadi. Semakin maju dunia semakin berkembang keadaan, jika wanita tidak mengenyam pendidikan tinggi sudah tentu akan dikalahkan oleh hujatan kekecewaan. Hanya ingin mengandalkan lelaki? Tentu saja tidak bisa, karena dari setiap manusia akan berubah pada waktunya.
Dari setiap manusia hanya tinggal menunggu waktu untuk merasakan kesepian juga luka sampai duka. Maka, jika wanita hanya ingin bersandar pada lelaki yang sudah banyak menjanjikan sudah tentu pada ahirnya akan merasakan kehilangan. Oleh karena itu, wanita adalah seseorang yang hebat sesungguhnya, karena memiliki telinga dan bahu yang sangat kuat untuk dijadikan sandaran. jika ada yang bertanya, mengapa bisa seperti itu? Sudah tentu bisa, karena pada akhirnya seorang anak akan bercerita jika terluka kepada ibunya bukan ayahnya. Lalu siapa yang membuat dia tenang dalam kenang? Ibu juga yang membuat itu semua dalam bentuk sandaran dalam pelukan sebagai penguat dalam taat.
Wanita sangat hebat, karena jika terluka dia dapat berdiri sendiri tanpa ada yang menghampiri. Sampai-sampai ada seorang ayah yang berkata "Nak, jika nanti sudah ada lelaki yang tepat, maka jaga dia baik-baik ya seperti kau jaga bapakmu ini dengan belai kasih juga sayang. Bapak sudah lanjut usia berharap dapat menyaksikan kau bahagia bersama lelaki impianmu itu, lalu menjadi wali nikahmu nanti". Mengapa seorang ayah berkata seperti itu? Karena ayah tahu jika gadis kecilnya walaupun memiliki hati yang rapuh tetapi memiliki pendirian yang teguh. Maka dari itu, sebagai wanita sangatlah bersyukur walaupun sedang berada dalam sekarat ketika koma, dia tetap menjadi bidadari surga dan perhiasan dunia yang istimewa.
Pesan ayah untuk calon anak kedua alias menantu kesayangan;
Jaga anak sulungku dengan baik, jangan kau sakiti jika tidak dapat memberi. Buat dia bahagia seperti aku buat dia bahagia. Jalani berdua, tuntun dia dengan tanganmu yang gagah. Jika lepas, tidak apa. Tetapi jangan sampai bias. Aku percaya, kau laki-laki terbaik untuknya, maka jangan buat dia mengeluarkan air mata sedikitpun ya..

Komentar
Posting Komentar