AKU PENGECUT YANG TERLALU BANYAK TAKUT
Terkadang terlalu banyak hal yang ditakutkan sampai akhirnya tidak berani untuk mengungkapkan. Menanggung rasa sendirian memang tidak enak, namun mengapa tidak mencoba untuk saling berbicara? Tidak ada salahnya jika kita saling berbicara mengenai perihal kehidupan, entah tentang sebuah perjumpaan yang pastinya akan berakhir dengan upacara perpisahan, tentang laki-laki yang suka membuat bunga bermekaran dalam hati atau sebaliknya perempuan yang cantik sangat mempesona seperti bunga mawar di taman rumah, atau bahkan bagaimana perasaan kita sebenarnya? Terlalu banyak hal yang aku inginkan tetapi tidak dengan kau. Aku kira kau satu-satunya wanita yang bisa aku miliki, ternyata kau hanya salah satunya yang menjadi halusinasi. Memang tidak salah jika ada satu manusia yang suka dengan kau juga, karena memang aku pengecut yang terlalu banyak takut. Sampai akhirnya aku memutuskan ingin mencoba melupakan tetapi aku berhenti di tengah jalan. Seraya dalam hati aku berkata "Tuhan, maaf aku tidak bisa". Jakarta yang dingin karena hujan, ada obrolan yang menghangatkan. Duduk berdekatan membuat nyaman walaupun Tuhan tidak mengizinkan. Senyumanmu sungguh menenangkan, suaramu membuat pikiran tenggelam bersama angan-angan. Ingin disia-siakan tetapi sayang, karena aku sedang menikmati hadiah dari Tuhan.Kita belum sempat memulai, tetapi sudah tidak bisa sampai akhir. Bukannya hubungan itu saling? Tetapi, mengapa disini hanya aku yang begitu sanggup merasakan semuanya, sedangkan kamu menyia-nyiakan begitu saja. Aku terlalu banyak takut tentang hal apa yang akan terjadi kedepannya, sehingga aku hanya bisa menikmati setiap moment yang kita lalui berdua. Memang benar adanya bahwa, kita harus menikmati setiap proses dan setiap peristiwa yang sedang kita lalui. Sebab, kita tidak akan pernah mengetahui apa yang akan terjadi kedepannya. Bisa jadi hari ini bahagia, mungkin esok akan ada sakit hati yang luar biasa sampai ada isak tangis yang membuat sesak. Atau sebaliknya bisa jadi hari ini nelangsa, patah hati bertubi-tubi, tetapi mungkin esok akan ada bahagia yang selalu dinanti membuat tawa yang tidak pernah padam. Tetapi, bahagia itu dibuat sayang. Maka dari itu, aku selalu menikmati setiap moment disaat kita melangkah berdua walaupun tidak searah.
Bulan musim hujan sudah tiba, hujan di bumi tetapi basah di pipi.
Banyak orang mengemis cinta, karena tidak ada yang berpaling untuk menengoknya. Rindu di peluk, kasih sayang di pupuk tetapi kita belum menjadi satu tepuk, sehingga belum bisa menciptakan kecup. Sudah sering aku katakan bahwa hubungan itu saling bukan berpaling. Kita yang bertemu dalam pusaran waktu, lalu aku terjebak sendirian dalam menikmati setiap moment yang dipenuhi dengan senyuman tidak boleh disia-siakan. Jaga diri masing-masing, bila waktunya tiba nanti kita akan jalan berdua lagi. Selamat menempuh jalan yang selalu banyak pilihan, satu langkah itu tidak cukup. Jika kau butuh manusia untuk melangkah bersama, aku siap untuk kau jadikan rumah. Satukan persepsi dalam mewujudkan mimpi, aku hanya ingin mengucapkan selamat datang untuk tuan dan puan kecil. Selamat, karena kau belum pernah melakoni jalan yang bernama kenangan.

Komentar
Posting Komentar