DEWASA BERTAMBAH USIA


 

Hai, kau yang bukan anak kecil nan mungil lagi. Apa kau sudah bisa berdamai dengan musuh paling hebat? Iya benar, musuh paling hebat itu ternyata adalah diri sendiri. Dewasa itu sulit, bukan tentang sekarang kau sedang menginjak usia ke berapa, melainkan kau harus bisa kompromi dengan diri sendiri yang keseringan inginnya berlari. Harus bisa bertanggung jawab atas segala hal yang telah terjadi. Tugas yang setiap minggu tumbuh seribu, entah tugas mengeluh atau bersyukur untuk bersimpuh. Semangat yang ujungnya berkeringat, dan kecewa diciptakan oleh diri sendiri ujungnya, karena ekspektasi melampaui batas. Banyak orang mencari uang yang tidak mengetahui kemana arahnya dan apa pun segala caranya di lakukan. Tetapi, kau yang sudah mendapatkan uang melebihi batas, apa pernah merasa puas? Lagi-lagi ketidakpuasan menjadi teman sejalan. Kalau kata Sujiwo Tejo "Banyak orang pontang-panting mencari duit tanpa tahu alamat duit. Alamat duit adalah Tuhan, kekasih. Jalan ke sananya cinta. Kendaraannya jiwa pasrah". Sekarang, pasrah bukan menyerah kepada Tuhan, pasrah sekarang tetap melangkah dengan melakukan berbagai macam cara untuk mengalahkan orang-orang sekitarnya. Padahal hidup ini bukan kompetisi. Jadi, jika merasa ingin menang terus tidak akan pernah ada habisnya. Memang benar, ada saat dimana jangan pernah menyerah. Namun, jika kau tidak sanggup lagi dan kau sudah lelah berarti kau memang benar-benar butuh istirahat. Kau butuh refleksi untuk afeksi. 

Jangan banyak iri dengan pencapaian orang lain. Karena, semua mempunyai porsinya masing-masing. Dari setiap hasil yang di raih itu tergantung dengan proses yang dijalani dan proses dari setiap manusia itu berbeda-beda. Kau istimewa dari sudut pandangmu sendiri. Karena, jika menunggu dari sudut pandang orang lain itu tidak akan pernah selesai untuk membuat kamu bahagia dan berhenti kecewa. Mungkin ada beberapa yang bilang kamu istimewa. Tetapi, tidak selamanya semua manusia seperti itu. Jadi, banyak-banyak apresiasi diri sendiri saja. Sebab, setiap orang itu egois dengan caranya masing-masing. Jangan melihat kehidupan orang lain terus. Karena, tidak akan pernah habis untuk kamu hidup tenang dan senang. Terima apa yang ada di depan mata. Hidup ini bukan kompetisi, jadi jalani itu semua menggunakan rasa dan bersyukur atas segala yang ada. Jika kamu lelah, istirahat dulu saja. Karena, di titik itu kamu memang benar-benar butuh istirahat, tetapi bukan untuk berhenti selamanya. Ingat ya, masih ada pelukan yang mengobati kesedihan dan dekapan yang menenangkan kesakitan. 

Semoga di usia kamu yang sekarang bisa lebih mengerti tentang diri sendiri dan sekitar, lebih kuat dalam menghadapi segala hal, lebih sabar dalam proses pencapaian, dan bisa lebih baik untuk diri sendiri dan sekitar. Banyak doa dan harapan yang diutarakan kepada Tuhan, semoga saja akan segera diaminkan. Kamu harus lebih bersyukur atas segala hal yang tidak dapat di ukur dan bisa lebih dewasa dalam menghadapi segala hal. Kalau jatuh, patah tangan lalu patah hati. Lanjut saja terus, jangan sampai lepas. Sebab, hidup itu keras. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERDUA ITU KITA

RESTU UNTUK SATU TUJU

JODOH YA?