MELANGKAH BERDUA, BERJALAN BERSAMA

 This picture taken by Nurjihan

             Nasi goreng speciall 2 yang dibuat penuh dengan rasa. Telinga menjadi pendengar setia, suara bising kota menjadi pengisi keramaian dalam pembicaraan. lagu john legend dengan judul all of me mengalun sesuai dengan irama. Orang-orang sedang menikmati proses hidupnya yang tidak selamanya bahagia, sedangkan kita berkencan dalam kemesraan. Memang, ada banyak hal yang harus dipilih dalam hidup. Jika memang aku tidak bisa memilihmu menjadi halte di persimpangan jalan sana, tetapi aku bisa memilihmu menjadi tempat singgah selamanya, bukan? Banyak cara lain untuk sampai jalan itu. Jika memang kita belum menjadi yang terpilih untuk berdua, mungkin nanti akan ada waktu yang tepat untuk kita bersama. Ada banyak langkah, apakah kita akan menapaki satu arah? Aku harap, kau akan tenang jika kita akan menyusuri kota berdua sambil berirama mendengarkan nada suara. Kau mau ke arah yang mana? Jika tujuan utamanya bahagia, mari kita melangkah bersama.  Di persimpangan sana ada dua arah sayang, mau yang ke kanan atau kiri? Kita yang lurus saja ya, agar tidak ada yang luka dalam perjalanan ini.

Jika jauh maka kita tempuh bersama, kita pasti bisa. Mari kita ciptakan tempat singgah yang indah, jadikan mimpi yang sudah setinggi mercusuar ini agar dapat menjadi realisasi. Kita melangkah ke arah dan tujuan yang sama. Jangan berhenti di tengah jalan. Jika kau lelah maka bicara. Jangan dipaksa. Aku akan mengertimu lebih dari yang kau tahu. Jika kau bosan, kita perbaiki semuanya pasti ada yang keliru di antara kita. Karena, bosan itu wajar. Tetapi, perihal mempertahankan dan saling bicara itu kewajiban. Saling menjaga dalam dekap, bertahan dalam tujuan yang sama, berdiri dalam rumah yang kokoh, dan nanti kita akan berjumpa kembali bersama dengan abadi di bawah alam sana. Jika bersama menjadi tujuan utama membuat bahagia. Maka, kita jaga berdua agar tidak ada luka. Usaha saja tidak cukup untuk melangkah dalam satu arah. Maka, doa menjadi rahasia dengan Sang Maha. Manusia itu aneh ya, banyak maunya, tetapi untuk meminta barang sedikit saja kepada Sang Maha itu sulit. Cobalah duduk sebentar di atas sajadah, katakan sepatah dua patah kepadanya. Tidak apa jika memang hanya sedikit yang terucap, setidaknya kita masih sadar apa yang harus kita perbuat. Percaya. Tidak akan dihakimi, pasti akan dimengerti. Mari kita lakukan bersama, rumah yang indah juga kokoh sudah berdiri abadi disana menunggu penghuninya datang dengan segala kebaikan. Coba perlahan pasti akan sampai pada bahagia. Jika satu arah belum sampai, maka langkah kau belum tepat untuk berhenti. Coba lagi dan jangan lari. Karena, kau harus memiliki afeksi dalam duniawi agar lebih baik lagi.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERDUA ITU KITA

RESTU UNTUK SATU TUJU

JODOH YA?