SURAT TERSIRAT
Depok, 19 September 2021
YTH
Jingga Sore
Di tempat
Salam untuk manusia tidak pandai berkata,
Assalamualaikum wr wb.
Kita masih ada dengan rasa yang berbeda. Masih berpijak di atas
semesta, masih meminta di atas sajadah, dan semoga saja bahagia selalu merekah.
Doa kita searah, tetapi hati dan raga berlawanan. Berjalan ke depan tidak harus
selalu bersama, tetapi doa jangan sampai berhenti dan selalu dijaga.
Dalam ruang gelap ada mimpi yang di dekap. Kukira itu fakta,
ternyata hanya fatamorgana. Setelah mata terbuka, amigdalaku berubah. Ada sesak,
ada juga senyum merekah. Semoga kau baik-baik saja disana. Jika sudah menemukan
yang tepat, jaga dia dalam dekap. Jangan kau sia-siakan seseorang yang mudah
tersakitkan. Sayangi dia dan buatlah bahagia sampai ada senyum merekah.
Pesanku untukmu hanya; selalu libatkan sang pencipta dalam segala
sesuatunya, usaha dijadikan sebagai penguat, dan ibadah dijadikan perantara
untuk meminta. Sebab, tanpa doa kita tidak akan menjadi manusia dan tanpa usaha
kita tidak akan menjadi yang bermakna. Kemana pun kau melangkah, rumah selalu menetap
untuk kau kembali berpijak, dan cerita kembali terucap.
Segala kata dan harap yang selalu disampaikan, untuk kau yang
disemogakan; semoga bahagia dengan segala rasa yang bedebah. Dimana pun kau
berada, aku tetap disini, masih merajut asa.
Wassalam...
Hormat saya
Embun Sejuk

Komentar
Posting Komentar