NIKMATI SEGALA HAL
Maaf, namamu sudah tertulis dengan pena yang bersarang dalam
kepala.
Aku tulus menunggu balasan pesan darimu yang singkat dengan
isi “wkwk”.
Benar apa kataku, mungkin hari itu kita bisa berjalan berdua
lalu melangkah bersama.
Namun, bahkan saat ini saja kita sudah tidak lagi saling
sapa.
Memang benar apa adanya, bahwa hiduplah seakan mati esok.
Karena, pada saat itu kita memang harus bisa menikmati
setiap menit bahkan detik yang sedang kita jalani. Sebab, kita tidak akan pernah
mengetahui hal apa yang akan terjadi selanjutnya.
Mungkin saat itu kita memang saling bahagia, mengobati luka
penuh dengan cerita.
Namun, kata pak Sapardi memang benar bahwa “yang fana adalah
waktu”. Oh, iya benar sekali.
Waktu itu tidak pernah berubah, tetapi segala hal yang terjadi
beserta manusianya yang berubah dan tidak lagi sama.
Komentar
Posting Komentar