KOMPROMI DENGAN DIRI SENDIRI


Mungkin beberapa dari kita banyak yang menyalahkan dirinya sendiri karena beberapa hal.

Ada yang menyalahkan karena belum bisa seperti orang lain, menyalahkan karena merasa dirinya lemah, menyalahkan belum bisa menang, dan masih banyak lagi hal-hal yang disalahkan dengan diri sendiri. Sebenarnya perjalanan yang diselimuti dengan sumpah serapah, doa, dan usaha itu sebagai bentuk afeksi yang sudah dilakukan dengan baik oleh diri sendiri. Hidup ini bukan kompetisi, jadi coba beri ruang untuk kompromi dengan diri sendiri. Karena banyak perjalanan yang tidak selamanya harus ditempuh dalam satu waktu dan setiap dari kita memang tidak akan pernah baik-baik saja. Kalau hari ini bahagia, pasti esok akan sedih juga dan sebaliknya seperti itu. Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih indah untuk dipandang. Namun, perjalanan bersama diri sendiri yang menjadi refleksi untuk afeksi.

            Ada banyak tujuan tetapi selalu ada persimpangan dalam menempuh. Jalan memang tidak selalu lurus, belok kanan juga belok kiri menentukan dari segala kebimbangan. Kalau satu arah belum sampai, maka melaju lebih kencang agar bisa sampai tujuan. Dari setiap manusia mempunyai tujuan dan jalannya masing-masing. Jadi, jangan pernah merasa ingin untuk sampai ke tujuan orang lain atau merasa ingin menjadi orang lain agar bisa mendapatkan validasi. Jangan terlalu sibuk memikirkan dan membuat segala rencana yang berputar dalam kepala untuk mencapai dan menjadi orang lain. Karena, tanpa kamu sadari, ada beberapa orang yang ingin menjadi dirimu seperti sekarang. Jadi buat apa kamu ingin menjadi orang lain? Jika kamu merasa sendiri dan tidak berguna, tanpa kamu sadari pula ada orang yang merasa senang dengan adanya kehadiranmu. Every people is worth it in the eyes of the right person. Gagal itu wajar, jatuh itu pasti, dan berhasil itu diciptakan oleh diri sendiri. Kalau kamu salah jalan, lalu jatuh dalam persimpangan. Tugas yang harus kamu lakukan adalah putar arah untuk mencari jalan yang bernama “Jl. Bangkit Kembali”.

            Hidup ini memang harus banyak belajar. Belajar merasa cukup, belajar untuk bisa kompromi dengan diri sendiri, belajar menghargai diri sendiri, belajar tidak iri dengan pencapaian orang lain, dan belajar merayakan perasaan diri sendiri. Karena setiap orang memiliki waktu dan jalan dengan perputaran detik yang berbeda, jadi fokus dengan diri sendiri saja, jangan melihat pencapaian orang lain kalau kamu tidak siap untuk merasa tidak lebih baik. Ada banyak pilihan dari setiap kehidupan. Ada jalan yang lurus, belok kanan atau belok kiri itu semua diri sendiri yang menentukan. Kalau hari ini gagal, masih ada hari esok untuk membuat perubahan dan berusaha lagi. Kecewa, lelah, gagal, dan jatuh itu cukup sehari. Sisanya tinggal bagaimana kompromi dengan diri sendiri untuk bisa bertahan dan berusaha agar bisa berdiri lagi. Selamat menjalankan kehidupan dengan berjalan ke depan, patah, menyerah, dan melakukan hal-hal fana lainnya untuk dirimu sendiri.

Kalau lelah, istirahat sejenak. Sebab;

Isi kepala adalah jalan raya yang dipenuhi dengan kemacetan,

Klakson kendaraan, dan ricuhnya manusia dalam perjalanan.

Lalu diri sendiri adalah gedung-gedung dalam ibu kota yang bediri tinggi

dipenuhi dengan segala macam alibi.

Jagan lupa ya untuk terima kasih kepada diri sendiri.

 

 


Komentar

  1. Maa syaa Allah... Makasih remindernya👍😍

    BalasHapus
  2. Terimakasih diriku, terimakasih motivasi nya smg dapat membangkit kembali diri2 yg lalai ini

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERDUA ITU KITA

RESTU UNTUK SATU TUJU

JODOH YA?